facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Halaman

  • Muslimah Lifestyle
  • Study and Scholarship

egg-cellent

Leeuwarden adalah sebuah kota kecil yang berada di utara Belanda yang merupakan ibu kota dari Provinsi Friesland. Kota ini tidak seterkenal Amsterdam, Rotterdam, atau Utrecht. Kota ini hanya kota kecil yang  sering disebut oleh penduduknya sebagai village. Saya sebagai imigran baru disini punya beberapa kata untuk menggambarkan kota ini yaitu, cantik, dingin, dan mempesona.  Kota ini kalau jadi manusia mungkin seorang wanita dewasa. Cantik dengan geraian rambut memanjang yang digambarkan dengan kanal indah meliuk-liuk. Dingin dengan jalanan beku yang melingkari setiap sudut kota dan daun-daun menari tertiup angin yang selalu ada setiap saat. Mempesona setiap orang dengan kesunyian di setiap ujungnya. 

   Dikota ini lah saya sebagai orang tropis merasakan 4 musim ciptaan Allah.  Ada perasaan-perasaan yang tidak pernah saya dapatkan ketika di Indonesia. Setiap musimnya, selalu ada cerita baru yang datang menghampiri. 






Leeuwarden, the Netherlands
September 2014
Saat musim panas ada terang di dalam hati, seperti gelap yang hanya singkat saja sebagai penutup cerita setiap hari. Saat yang bersepedah bisa melaju tanpa pedal berat untuk dikayuh, semuanya seperti lebih ringan. 






Leeuwarden, the Netherlands
November 2014








Saat musim gugur ada dingin yang mulai menyisir setiap sudut kota, seperti angin Oktober yang menerbangkan daun-daun kekuningan . Saat yang melihat dunia melalui jendela kamar bisa dibawa angin terbang ke belahan dunia lain, semuanya seperti lebih romantis.















My First Snow!
February, 2015
Leeuwarden's Sky before Snowfall
February, 2015


Saat musim dingin ada butiran yang jatuh ke atas rumput yang beku kedinginan, seperti ranting pohon yang juga tandus kehilangan kehangatannya. Saat yang menikmati salju untuk pertama kalinya riang senang, semuanya seperti lebih bahagia





Leeuwarden, the Netherlands
April, 2015
Saat musim semi ada warna sepanjang mata melihat, seperti bunga yang terlihat muncul setelah bersembunyi begitu lama. Saat yang merindukan wangi embun di pagi hari kembali bertemu, semuanya seperti lebih haru.


Sekarang saya sedih karena kenangan Leeuwarden dalam bingkai gambar hanya bersisa gambar buram. Kedua kamera yang saya gunakan untuk menangkap keindahan Leeuwarden melalui mata sendiri harus saya ikhlaskan keberadaannya di orang yang bahkan tidak memberikan kesempatan saya menyimpan copy digital kenangan gambar itu. :(. Jadi maaf fotonya blur. :)



Jatinangor, 5 Juni 2016

E.S





4.6.16 No comments
Hal yang paling menyebalkan ketika berada di rantau adalah sakit. Semoga menjadi penggugur dosa. Aamiin.

Leeuwarden, 8 November 2014
Egnas Sukma

8.11.14 No comments
Leeuwarden, 3 Oktober 2014


Batik, yaaa batik adalah salah satu dari sekian banyak benda yang Indonesia banget. Kemarin tepatnya 2 Oktober 2014 adalah Hari Batik Nasional di Indonesia. Menurut hasil googling hari itu di tahun 2009 batik  dikukuhkan UNIESCO sebagai Warisan Kebudayaan Kemanusiaan untuk Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Republika, 2012). Kalau tidak salah mengingat di tahun 2009 juga Malaysia berusaha mengukuhkan batik sebagai warisan kebudayaan mereka tapi UNESCO akhirnya menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Setelah pengukuhan oleh UNESCO barulah setiap tahunnya hampir mendekati wajib setiap orang harus memakai baju batik di hari itu.


2.10.14 No comments
Dimana bumi dipijak
Disitu langit dijunjung

Peribahasa yang sering kali Bapaku katakan ketika aku hendak berdiaspora ke Belanda. Beliau selalu mengatakan peribahasa ini dalam semua nasihatnya. Intinya, peribahasa ini berarti adapatasi. Setiap kita mendatangi suatu tempat, maka kita harus beradaptasi dengan segala cara hidup, adat, dan pemikiran ditempat baru. Hal ini bukan berarti kita harus merubah segala prinsip hidup kita, tapi kita hanya disarankan untuk menyesuaikan dengan tata cara hidup di tempat baru. Kembali ke nasihat bapa, yah soal adaptasi. Aku ingin menuliskan pengalamanku beradaptasi pada awal-awal kedatangan di sebuah negara yang sangat berbeda dari Indonesia, yaitu Belanda. 


16.9.14 No comments

Hoi!
Itu yang saat ini sering saya dengar ketika berpapasan dijalan, bukan lagi secuil senyuman di bibir sambil menggangukan kepala.


Ya baiklah... sekarang saya di Netherlands. Lebih tepatnya di sebuah kota kecil di utara Belanda, Leeuwarden. Kini saya berada jauh dari orang tua dan orang-orang yang sayangi. Seperti melayang pada suatu masa dimana saya memutuskan mengikuti program magister double degree. Tak ada harapan dan mimpi untuk pergi berdiaspora ke Belanda. Saya hanya tau bahwa saya ingin mengambil sekolah S2 dengan konsenstrasi lingkungan. Ya, mungkin saya satu dari sekian banyak mahasiswa Indonesia disini yang tidak mengawali langkahnya dari mimpi. 

Saya orang beruntung yang tidak pernah bermimpi untuk berada disini, tetapi Allah sayang saya hingga kesempatan datang begitu saja ke depan mata. Kesempatan yang Allah berikan melalui Universitas Padjadjaran telah membuat saya berusaha tanpa bermimpi. Yaaa semacam nothing to lose. Saya yang merasa beruntung saat itu menjalani semuanya, hingga akhirnya yaa hari ini saya disini, memulai episode perjalanan hidup baru..

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang....


5.9.14 No comments
Teruntuk mahasiswa double degree dan calon mahasiswa PSMIL Unpad

Sebelumnya saya telah membahas Beasiswa Unggulan BPKLN. Sekarang saya akan membahas bagaimana mendapatkan beasiswa untuk skema double degree Universitas Padjadjaran dan University of Twente.

1.       Tes Masuk Unpad
Tes masuk Unpad biasa dikenal dengan sebutan SMUP. Ya, tes ini harus kita jalani sebagai gerbang pertama. Pada saat saya mengikuti SMUP, tes yang dilaksanakan berupa tes wawancara proposal penelitian. Wawancara dilaksanakan oleh dua orang dosen dengan durasi waktu sekitar 10-20 menit. Pertanyaan yang diajukan seputar motivasi kita untuk kuliah S2, proposal penelitian, dan keseharian kita. Berdasarkan pengalaman saya, wawancara dilaksanakan dengan santai. Bahkan saya malah ditanya seputar rencana untuk menikah. Hhaha

2.       Tes Beasiswa Unggulan BPKLN
Pasca melaksanakan wawancara sebagai syarat masuk Unpad, bagi calon penerima Beasiswa Unggulan diharuskan mengikuti serangkaian tes yang dilaksanakan selama 3 hari. Menurut pendapat saya, rangkaian tes memakan banyak energi. Oleh karena itu dibutuhkan persiapan fisik yang baik. Tes hari pertama dilaksanakan sesudah tes wawancara. Tes tersebut berupa tes kemampuan dasar. Test ini dilakukan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan sesorang jika dia mengikuti perkuliah. Tes hari kedua adalah psikotes. Psikotes dilaksanakan satu hari full dengan berbagai materi dari mulai tes koran, tes menggambar pohon dan manusia, logika sederhana, hingga tes karakteristik. Tes hari ketiga adalah tes Focus Group Discussion (FGD). Setiap satu grup terdiri dari 7 orang. Kemudian setiap grup diharuskan mendiskusikan mengenai tema yang telah diberikan. Penilaian dilakukan saat diskusi berlangsung. Ya begitulah rangkaian tes beasiswa unggulan BPKLN ini. Pengumuman akan dilaksanakan berbarengan dengan pengumuman SMUP.

3.       Tes Bahasa Inggris
Pasca dinyatakan lulus SMUP dan tes beasiswa, mahasiswa penerima beasiswa akan disatukan di satu kelas, ya seperti kelas khusus. Khusus karena memang masa perkuliahan lebih singkat hanya 18 bulan, juga karena satu sks berdurasi 1 jam. Pada masa perkuliah kita diberi pengumuman bahwa akan dilaksanakan tes bahasa inggris yang kemudian akan menentukan siapa yang berangkat ke Belanda. Sebelum tes mahasiswa diberi les gratis di TBI Dago (lucky me) Hhoho. Sebelum les dimulai, kami diharuskan melakukan tes untuk menentukan kelas yang akan diikuti. Terdapat dua kelas kelas TOEFL dan kelas IELTS. Untuk ke Belanda, usahakan masuk kelas IELTS yaa karena IELTS lah yang menjadi persyaratan diterima universitas di Belanda. Les akan dilaksanakan selama satu bulan full setiap tiga kali seminggu. Setelah dirasa cukup persiapan, daftarlah untuk melaksanakan IELTS.

Note: Standar minimun nilai IELTS yang diterima adalah 6.5. Namun bagi yang menerima nilai 6 jangan dulu berkecil hati. Tetaplah mengirimkan aplikasi ke University of Twente. University of Twente akan mengadakan tes lanjutan bahasa Inggris melalui tes wawancara. Tes ini dilaksanakan melalui SKYPE.

4.       Pengiriman aplikasi ke Universitas di Belanda
Pengiriman aplikasi dilakukan sesudah pengumuman nilai IELTS. Persyaratan yang dibutuhkan tergantung universitasnya. Persyaratan standar seperti paspor, ijazah dan transkrip nilai, dokumen IELTS yang memenuhi persyaratan, dan Surat Rekomendasi. Khusus buat surat rekomendasi ada baiknya disiapkan dari jauh-jauh hari saat persiapan pengiriman aplikasi mengingat hal ini membutuhkan tanda tangan dari dosen atau pihak lain. Pengumuman mengenai aplikasi kita akan diberikan paling lama 11 hari kerja atau 2 minggu. 

5.       Pengajuan Visa
Khusus untuk bagian ini saya akan membahasnya pada judul tersendiri karena cukup panjang dan ribet. Hhehe.

    Setelah Visa ditangan atau bahkan sebelumnya juga kita bisa menyiapkan berbagai perlengkapan yang akan kita bawa.Terkait perlengkapan, satu hal yang saya dapat dari berbagai orang yang berdiaspora  yaitu membawa banyak makanan yang banyak adalah hal terbaik. Setelah semua siap, jangan lupa membeli tiket pesawat yaaa. Apabila beasiswa kalian telah mengcover hal ini berarti kalian hanya harus memberitahukan jadwal keberangkatan kepada penyedia beasiswa.


Sukses :)
10.8.14 No comments
Older Posts

About

Welcome to my nerdasaurus land from my own experiences, thoughts, and feelings.

Thank you for visiting my blog!

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Poetry Sharing information Student Life Travel

Statistik

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates