facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Halaman

  • Muslimah Lifestyle
  • Study and Scholarship

egg-cellent

Minggu-minggu ini banyak kejutan spesial dari Allah, jadi merasa spesial, duh Alhamdulillah. Jadi malu sendiri waktu di hati pernah terbersit kalau saya tuh ga ada spesial-spesialnya. Padahal standarnya saya waktu itu standarnya mahkluk yang kurang sabar. 

Esensi kejutan dari Allah pada dasarnya bukan sebuah kejutan karena semuanya telah diatur secara sempurna hanya saja kita sebagai manusia suka terkaget-kaget dan melihat itu semua sebuah kejutan. Padahal jikalau saja kita bisa melihat bagaimana Allah mengatur semua buat kita, niscaya kita menganggap semua adalah kejutan semata karena Allah tuh Sang Khaliq, Maha Pengatur. Semua diatur sesuai dengan kehendak-Nya. Kita hanya perlu bertaslim padaNya atau menyerah tanpa syarat terhadap semua kejutan dari Allah. Jadi mari kita terima, kejutan dari Allah ini sebagai kehendak dari Yang Maha Mengatur. 

Lalu kejutan apa sih yang membuat saya merasa spesial.  Jadi ceritanya setelah seminggu lalu berpetualang sendiri di kota yang dulu saya takut banget kalau harus pergi sendiri, sekarang petuangalan sendiri ini masih harus dijalani di kota yang saya pernah datangi berduaan. Pikiran melayang-layang pada suatu masa ketika saya sedang memaksa mengorek hikmah dari kejutan yang datang bertubi-tubi.  Dulu merasa "dih saya ga spesial nih makanya kejutan datang bertubi-tubi, kejutan bahagia dan kejutan sedih semuanya tumplek". Dannn saya semacam lupa daratan kalau setiap manusia itu spesial. 

Setelah pikiran ini melayang pada saat itu, disinilah sekarang saya melakukan perjalanan di kota yang pernah saya datangi berdua, tapi sekarang sendirian #keukeuh. Kota ini di luar pulau tempat saya tinggal pokonya dududu. Berusaha menggali hikmah atas kejutan perjalanan ini. Namun hakikatnya kan hikmah adalah rahasia yang terkandung dari sebuah kejadian jadi biarlah hikmah tetap menjadi hikmah hingga Allah kasih tahu saya hikmah perjalanan ini.  Sampai saya sadar daripada saya sibuk bahkan maksa ingin tahu hikmah, lebih baik saya sibuk syukur sama sabar saja. Fokus pada hal yang bisa saya lakuin, yaitu berbahagia.. karena tidak ada mudarat yang akan mengenai saya kecuali atas izin Allah. 

Selamat berbahagia, semoga bahagia yang Allah ridoi buat kalian semua. 







22.11.19 No comments
Ramadhan 1437 H sudah berlalu, semoga ibadah kita di bulan ini diterima oleh Allah SWT dan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin
Ramadhan bagi saya pribadi seharusnya saya lakukan seperti pelari marathon karena kalau saya yang tidak pernah berlari sprint di bulan sebelumnya tidak akan sampai di ujung track kalau saya melakukan lari cepat secara tiba-tiba. Yah silahkan mengernyitkan dahi kalian karena sekarang saya pun sedang mengernyitkan dahi untuk mengeluarkan isi pikiran saya ke dalam post ini. :p. Jika kita menjadi pelari sprint kita dituntut untuk langsung berlari sekencang-kencangnya dalam jarak  dan waktu yang relatif pendek. Sedangkan pelari marathon diharuskan untuk berlari secara berkesinambungan dengan jarak dan waktu yang panjang. Saya menggunakan rumus dua pelari ini sebagai pendekatan ibadah di bulan Ramadhan. 

Saya katakan bagi orang seperti saya lagi, saya lebih cocok menjadi pelari marathon dalam ibadah di bulan ramadhan. Saya salut bagi orang yang bukan seperti saya, 29/30 hari di bulan Ramadhan bisa jadi adalah jarak pendek yang dimana mereka langsung dapat sprint dalam ibadah dan memacu kecepatan penuh sejak hari pertama hingga hari terakhir. Tentunya mereka adalah orang yang hebat yang sudah memiliki bekal dan stamina ibadah yang banyak di bulan-bulan sebelumnya. 

Lagi-lagi untuk saya yang hanya dapat menjadi pelari marathon di bulan Ramadhan karena saya harus mampu mengelola dan menjaga ibadah saya untuk jarak tempuh yang panjang. Saya ingat, saya selalu senang saat Ramadhan akan tiba karena semua hal terkondisikan untuk dapat beribadah lebih banyak dibanding di bulan-bulan lain. Di sepuluh hari pertama semua ibadah yang insya Allah saya sudah lakukan dengan semangat. Namun ibadah saya semakin terseok-seok mendekati sepuluh hari terakhir Ramadhan. Saya mulai sulit bangun di malam hari karena banyak undangan buka bersama. Belum lagi disibukkan dengan urusan-urusan keduniawian dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Ibadah pun yang seharusnya meningkat menjelang sepuluh hari terakhir menjadi lebih sulit dilaksanakan. :(.

Hingga akhirnya hasil kontempelasi dari Ramadhan yang sudah dilewati marathon di bulan Ramadhan harus saya lakukan ketimbang sprint. Peluang Ramadhan yang hanya datang satu bulan diantara dua belas bulan tidak boleh disia-siakan karena saya kehilangan fokus menjelang garis finish. Kalau diibaratkan saya membutuhkan daya tahan saat Ramadhan agar tak kehilangan peluang pahala berkali lipat selama tiga puluh hari. Dalam buku Marathon the Power of Giving disebutkan bahwa marathon seperti berlari memakai kacamata kuda agar fokus tidak teralihkan misalnya kepada nyeri kaki, sakit kaki, ataupun hanya nyeri jempol kaki. Marathon adalah mengenai pentingnya untuk tetap berlari dengan kesabaran dan kegigihan hingga akhir. 

Setiap lari butuh persiapan, bukan hanya untuk alasan menjadi pelari profesional tapi hanya pelari pun membutuhkan persiapan yang tidak sebentar agar seluruh tendon, ligamen, jantung, paru, mental kita menjadi pelari. Begitu juga dengan Ramadhan, kunci sukses saat Ramadhan adalah konsisten melakukan kebaikan dan ibadah sehingga tubuh kita dapat beradaptasi dengan mudah saat harus dipacu beribadah di bulan suci. Jadi apakah Ramadhan mu Marathon atau Sprint? :)

Bagaimanapun lari yang kita jalani, semoga Allah selalu memberikan keistiqomahan untuk beribadah di Ramadhan dan bulan sesudahnya. Semoga kita dapat meningkatkan ibadah kita dan semoga kita semua dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan. Aamiin Ya Allah.




19.7.16 No comments
Saya mau mengawali tulisan saya ini dengan bilang kebetulan itu tidak ada karena segala sesuatu telah Allah gariskan untuk manusia termasuk hal-hal kecil dalam hidup kita. Mengapa saya menyebutkan hal kecil? Karena biasanya hal kecil ini luput dari kesadaran kita buat disebut kalau itu kuasa Allah, misalnya saja bertemunya beberapa orang dalam satu transportasi publik. Baik yang tidak di kenal maupun dikenal sebelumnya. Hal tersebut bukan suatu kebetulan semata tapi merupakan ijin Allah mengumpulkan beberapa orang untuk bertemu dalam satu wadah angkot.

Saya percaya setiap kejadian dalam hidup adalah bagian dari skenario indah dari Allah. Walaupun kejadiannya terbilang mendadak dan tidak terprediksi tetap saja hal tersebut sudah Allah takdirkan untuk terjadi. Setelah paragraf sebelumnya saya membahas hal kecil yang luput dari kesadaran kita kepada Allah. Saya mempunyai pengalaman kebetulan untuk hal besar, yaitu saya berdiaspora ke Belanda karena kebetulan. Jalan berdiaspora memang mendadak dan tanpa persiapan yang begitu matang. Saya mengiyahkan hal ini merupakan kebetulan tapi ada bagian-bagian yang luput dari pandangan orang lain. Ketika saya mengandalkan jalan kebetulan saya, saya tidak akan kepayahan meraih kesempatan diaspora dan tidak semua orang masuk ke kelas magister Double Degree kebetulan bisa diberangkatkan ke Belanda. Jadi kalau melihat lebih dalam lagi, disana ada campur tangan Allah, ada usaha terbaik, dan ada doa teriring. Allah melalui Al-Quran pun menegaskan bahwa memang terdapat jalan dan rezeki yang datangnya tidak disangka-sangka oleh manusia jika mereka bertawakal dan Allah telah menetapkan ketentuan bagi semua hal yang ada (65: 2-3). 

Beberapa hari lalu ada seorang teman juga yang bilang sama saya semoga kita kebetulan ketemu. Namun saya langsung hubungkan dengan konsep yang kebetulan dengan mengartikan kata-kata tersebut dengan biar Allah yang mengatur pertemuan kita nanti. Tidak ada janji-janji pertemuan yang dibuat karena jika Allah menakdirkan kita kebetulan bertemu maka itu termasuk jalan-Nya. Saya pikir dengan menghubungkan konsep kebetulan dan jalan dari Allah lebih membuat hati nyaman. Sebagai makhluknya memang harus percaya segala kejadian adalah bagian dari skenario besar dari-Nya. Ketika kita percaya hal tersebut, semua kejadian hal kecil dan besar ataupun hal menyenangkan dan menyedihkan yang kebetulan terjadi adalah bagian yang harus dijalani secara lebih ikhlas karena Allah sebaik-baik perencana untuk hidup kita. 
13.7.16 No comments
Setiap manusia pasti ingin benar dalam hidupnya, ada yang kebenaran dan ada yang pembenaraan. Keduanya sama-sama benar tapi memiliki arti yang saling menjauhi satu sama lain. Menurut kata-kata saya pribadi, kebenaran adalah realitas yang terjadi yang disertai dengan pembuktian sedangkan pembenaran adalah realitas yang muncul dari dalam diri manusia yang merupakan siasat agar menjadi benar. 

Saya harus merenung lama ketika menyadari yang akan saya tulis adalah bagian dari pembenaran saya. Beberapa hari ini ada hal-hal yang mengganggu pikiran dan hati ini. Saya yang tidak bisa menepati janji, saya yang menyangkal segala perasaan, dan saya yang telah mengecewakan beberapa sahabat. Di dalam pikiran saya, saya telah memiliki list dari alasan kenapa saya memilih melakukan hal-hal tersebut. List yang saya bangun terdiri dari banyak pembenaran dan hanya memiliki satu kebenaran. Kebenaran yang bercampur dengan pembenaran, hingga meminta maaf adalah salah satu jalan untuk meruntuhkan pembenaran yang saya bangun. Pada kenyataannya, pikiran saya sudah sangat dipenuhi oleh pembenaran yang saya bangun sejak lama. Sehingga saya tak cukup hanya dengan meminta maaf, saya harus mendorong diri saya untuk memunculkan pikiran positif mengenai kebenaran. 

Saya teringat bahwa setiap manusia akan memaksa manusia lainnya untuk masuk kedalam logikanya. Bagaimana jadinya ketika pembenaran seseorang beradu dengan pembenaran orang lain. 

Ketika saya memilih diam dan menerima pembenaran orang lain, didalam hati ada saja hal-hal yang ingin saya lontarkan meskipun saya tahan sekuat tenaga. Ketika saya hanya ingin diam dan menerima pembenaran orang lain, didalam hati ada saja  hal-hal yang ingin saya hakimi meskipun saya simpan saja dalam hati. Ketika saya ingin memaksakan pembenaran saya kepada orang lain, didalam hati ada keraguan mengenai kesalahan yang mungkin saja saya perbuat lagi. Ketika saya ingin memaksakan pembenaran saya kepada orang lain, didalam hati ada ketakutan mengenai perginya mereka seperti hari kemarin.

Sehingga saya hanya ingin diam sesudah berusaha menahan diri. Semoga Allah memberikan kekuatan agar segala pembenaran yang saya miliki tidak menggerogoti hati ini dan menghancurkan mereka (Aamiin) karena kebenaran memang hanya datang dari-Nya

..kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu Termasuk orang-orang yang ragu. (al-Baqarah: 147)



20.6.16 No comments

Di umur yang seperempat abad ini, Alhamdulillah sudah banyak berbagai kesakitan, kebingungan, pengkhiatan, dan ketakutan-ketakutan yang dialami diantara 24 jam sehari. 


Pernah berada pada posisi terendah untuk manusia setengah dewasa yang sedang belajar menghadapi kehidupan ini. 
Saat semua kesakitan membuat aku terpuruk dan memurungkan wajah kebawah, bahkan sampai menangis. 
Saat semua kebingungan membuat aku hanya bisa mempertanyakan kenapa harus aku dan menjauhi semua solusi, bahkan sampai menangis.
Saat semua pengkhiatan membuat aku merasa tersudut dan membenci mereka, bahkan sampai menangis.
Saat semua ketakutan membuat aku berhenti mencoba dan melarikan diri dari kehidupan, bahkan sampai menangis.

Hingga yang terendah itu, membuat aku harus mengalami gangguan-gangguan fisik. Menjauhi semua orang, bahkan sampai menjauhi Sang Pemilik Hidup.

Sampai sepatah kata di Al-quran menyadarkan aku untuk mengangkat diriku sendiri ke tempat semula bahkan ke tempat yang lebih tinggi. 

Innalaha Ma'ana
Allah menyertaimu

Sedikit demi sedikit, semakin hari semakin tersadar kalau aku disertai Allah untuk melawan semua kesakitan, kebingungan, pengkhianatan, dan ketakutan. Sedikit demi sedikit, aku pun memerima pertolongan Allah melalui orang-orang yang aku sayangi untuk menopangku lebih kuat ke posisi yang lebih tinggi.

Jadi...
Karena Allah,
saat sedang sakit aku bisa tersenyum bahkan berbahagia
saat sedang bingung aku bisa mencoba mengerti bahkan berbahagia
saat sedang mengalami pengkhianatan aku bisa belajar percaya 
saat sedang ketakutan aku bisa tetap melanjutkan perjuangan

Aamiin
-E.S-

Inspired by: Islamic-quotes.com
22.1.16 No comments
Ya Allah
Semua hal terjadi karena ijin-Mu
Termasuk hujan tahun lalu yang mengguyurku atas ijin-Mu
Terkadang Engkau menurunkan gerimis yang membuatku ingin menari dibawah air
Tak jarang pula Engkau membuat badai dengan angin dan petir yang membuatku mengigit bibirku ketakutan

Ya Allah
Semua hal telah direncanakan oleh-Mu
Termasuk saat pelangi muncul sehabis hujan tahun lalu
Teradang Engkau membuat pelangi di tempat tak terduga yang membuatku ingin berlari menaikinya
Tak jarang pula Engkau menyembunyikan pelangi yang membuatku tertunduk sedih


Ya Allah
Semua hal telah diketahui oleh-Mu
Termasuk saat matahari bulan desember memberi kehangatan yang membuatku asik bersepeda
Terkadang Engkau memunculkan matahari dengan gagahnya sehingga seakan-akan membuat kulitku seperti terbakar

Ya Allah
Semua hal telah ditentukan oleh-Mu
Termasuk saat angin bulan desember menyentuh lembut pori-pori sehingga aku bisa menghapus keringatku
Terkadang Engkau meniupkan angin yang menimbulkan gemuruh dan membuatku merasakan kecemasan luar biasa

Ya Allah,
 aku sangat bersyukur atas segala karunia-Mu dan aku memohon ampunan-Mu
segala yang telah aku doakan. Engkau lah yang Maha Mententukan dan Maha Mengetahui. Engkau pulalah yang bisa merencanakan sebaik-baiknya rencana bagiku dan Engkau lah yang dapat memberikan ijin atas apa yang pernah aku kerjakan, sedang aku kerjakan, dan akan aku kerjakan. 

Aamiin Ya Allah.

21.4.15 No comments
Older Posts

About

Welcome to my nerdasaurus land from my own experiences, thoughts, and feelings.

Thank you for visiting my blog!

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Poetry Sharing information Student Life Travel

Statistik

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates